Minggu, 18 Oktober 2009
PPPA Kirim Mobile Quran Ke Padang
Tidak, anak-anak itu tidak boleh dibiarkan sendirian berkelahi dengan ketidakpastian. Apalagi banyak diantara mereka adalah kader-kader calon penghafal Al Qur’an di pesantren, TPQ, atau surau setempat. Untuk merekalah Mobile Qur’an dan Sahabat Pengungsi hadir di Sumatera Barat.
Sabtu malam (10/10), Mobile Qur’an berangkat dari markas PPPA Daqu di Ciledug, menuju Kota Padang. Diawaki oleh Kak Amir dan Kak Thoyib, yang sudah menjadi sahabat lebih dari 1000 bocah facebookers.
Di Kota Padang, PPPA Daqu berposko di Majelis Dhuha Nasional di Masjid Al Muhsin. Alhamdulillah, masjid ini masih utuh walau digoncang gempa dahsyat tempo hari. Selanjutnya, Tim PPPA akan beraksi di sejumlah titik pengungsi di Padang, Pariaman, dan Agam.
‘’Disamping menyampaikan sedikit bantuan berupa pakaian dan peralatan shalat titipan para donatur, misi Mobile Qur’an berfokus pada trauma dan spiritual healing,’’ jelas Tarmizi, Direktur Eksekutif PPPA Daqu. Hal ini dilakukan melalui aksi verbal Kak Thoyib yang didukung sarana audiovisual.
Tarmizi menambahkan, Mobile Qur’an bakal beraksi selama dua pekan. Berdasarkan pemetaan yang mereka lakukan, PPPA Daqu selanjutnya akan mengirim tim kedua yaitu Sahabat Pengungsi.
‘’Sahabat Pengungsi terdiri para mahasiswa Tahfidz Qur’an dari STIMIK Antar Bangsa Ciledug, yang akan bertugas di pesantren darurat di sejumlah titik pengungsi di Padang, Pariaman, dan Agam,’’ papar Tarmizi.
Ia menjelaskan, pesantren darurat ada dua macam. ‘’Pertama, kita mendirikan kelas sementara di bekas reruntuhan pesantren, TPQ, atau surau. Kedua, kita menempatkan guru tahfidz di pesantren, TPQ, atau surau yang masih utuh namun kehilangan guru.’’ (www.pppa.or.id)
Laporan Hari ke-16 Penanganan Korban Gempa Padang APU (Al Azhar Peduli Ummat)
Sebagian masyarakat, bahkan dengan tenaga dan dananya sendiri, mulai membangun bilik-bilik kecil dari bekas puing rumah. Bangkik basamo inilah yang mendasari Al-Azhar Peduli Ummat, dalam tiap programnya memberi nama bangkik basamo agar ranah minang cepat bangkit. Sinergi program di lapangan, didukung Masyarakat Muslim Banyumas (MMB) dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU).
Berikut program yang dapat dilaporkan dari lapangan, hingga hari ke-16:
1. Rumah Bangkik Basamo
Al-Azhar Peduli Ummat, didukung Masyarakat Muslim Banyumas (MMB), mulai membangun 200 unit rumah, dari 600 rumah tipe 30 (5x6 m, 2 ruang tidur, 1 ruang tamu) yang direncanakan. Peta program Rumah Bangkik Basamo gelombang I, dibangun secara berkelompok di Korong Toboh Olo, Korong Toboh Baru, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang dan Korong Padang Toboh, Korong Tanjung Medan, Kecamatan Ulakan Tapakis. Biaya 1 unit rumah dengan dasar tembok 50 cm, dinding gedhek bambu, dan atap seng, Rp 3,5 juta.
2. Surau Bangkik Basamo
Berdasarkan pengalaman MMB membangun 50 mushola dan 1000 unit rumah pasca gempa, di Yogyakarta dan Klaten, Al-Azhar Peduli Ummat bersama MMB membuat program Surau Bangkik Basamo. Satu surau 6 x 6 meter, dengan pondasi semen 1 meter, atap seng, dan dinding gedhek bambu, memerlukan biaya Rp 10 juta.
3. Benah Nagari
Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU), mengirim 40 relawan yang dilepas Bupati Klaten. Relawan YKPU yang didalamnya juga bergabung Front Umat Islam (FUI) Klaten, bergerak sebagai pasukan sapu bersih yang membantu masyarakat, membersihkan puing-puing rumah untuk dibangun Rumah Bangkik Basamo. Hingga laporan ini diturunkan sudah 2 korong (desa) yang dibersihkan YKPU.
4. Sekolah Bangkik Basamo
Al-Azhar Peduli Ummat, sudah membangun 1 unit sekolah darurat Al-Azhar Padang. Sekolah dari bahan kayu, triplek, dan atap seng ini, terdiri dari 9 lokal ukuran 4 x 5 meter/lokal. Sejak Senin lalu, murid-murid SD Al-Azhar Kota Padang, sudah dapat belajar dengan normal. Kondisi gedung SD Al-Azhar sendiri tidak memungkinkan untuk dipakai. Selain sekolah Al-Azhar Padang, Al-Azhar Peduli Ummat, juga membangun TK Darurat dari bahan yang sama di TK Amanda Kids di, Toboh Gadang, Padang Pariaman.
5. Program rutin satu bulan.
Sembari melakukan recovery permukiman, surau, dan sekolah, Al-Azhar Peduli Ummat juga melakukan pendampingan anak dengan dongeng bangkik basamo bersama Kak Bimo. Selain itu, juga memberikan layanan medis keliling, antar pasien dari RSUD Padang Pariaman kerjasama dengan Mer-C, Internet gratis kerjasama dengan Air Putih, dan menyalurkan logistik dalam jumlah terbatas. (www.alazharpeduli.com)
301 ANAK SD IKUTI TRAUMA HEALING
Trauma Healing merupakan sebuah kegiatan untuk mengembalikan keceriaan anak-anak agar dapat mengurangi kesedihan akibat bencana yang menimpa mereka. Sehingga mereka dapat menatap kembali masa depan yang lebih baik dengan mengambil pelajaran dari musibah gempa yang dialami.
”Mudah-mudahan hal dapat menjadi penyemangat kembali bagi mereka yang kehilangan keluarganya, terutama trauma pada anak-anak usia sekolah,” ujar Branch Manager RZI Cabang Padang Faisal Fajar. (www.rumahzakat.org)
PKPU Bangun Sekolah Darurat Anti Gempa
Untuk mengatasinya, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU menargetkan pendirian 50 sekolah darurat. Diantara sekolah darurat yang sudah dikerjakan berada di SD Negeri 13 Sintuk Toboh Gadang (Sintoga) yang berlokasi di Korong Batang Tapakis, Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Topo Gadang, Sabtu (10/10/2009)
Sekolah ini mendapat prioritas pertama dalam pendirian sekolah darurat PKPU karena memang keadaan bangunan sekolah yang sudah hancur dan roboh rata dengan tanah. Hal itu menyebabkan hingga hari ini anak−anak murid sekolah tersebut belum dapat melakukan kembali aktivitas belajar.
Arsitek sekolah darurat yang juga Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin mengatakan sekolah darurat diperkirakan berlangsung cukup lama. Selain karena bangunan sekolah permanen rusak, para siswa juga masih trauma akibat gempa. Karena itu, PKPU terus membangun sekolah darurat anti gempa.
Pembangunan sekolah darurat anti gempa ini merupakan program unggulan dari PKPU. Menurut Yasin, ahli konstruksi bangunan sekolah darurat PKPU, desain khusus dari sekolah darurat anti gempanya, yakni atap dan badan bangunan diatur terpisah untuk mengantisipasi angin di daerah danau atau goyangan yang dipicu gempa.
“Sekolah darurat ini memiliki dua ventilasi untuk menjaga suhu ruangan kelas. Pada bagian pertama di bawah atap sekolah dan bagian kedua melalui jendela. Bangunan sekolah terdiri dari dua bagian, masing−masing terdiri dari 3 kelas. Sekolah yang mempunyai 6 ruang kelas ini masing−masing kelas berukuran 4,88 meter x 7,36 meter,” ujar Yasin. (www.pkpu.or.id)
Dompet Dhuafa Akan Bangun 1.000 HUNTARA
Saat bersilaturrahim dengan Pemimpin Harian Umum Singgalang H. Basril Djabar, Selasa (13/10), Presiden Drektur Dompet Dhuafa H. Ismail A. Said menegaskan komitmen untuk membangun 1.000 Huntara bagi korban gempa. Bantuan diprioritaskan untuk korban dari kelompok dhuafa.
Direktur Program DD M. Arifin Purwakananta menjelaskan, material yang digunakan untuk membangun Huntara memiliki daya tahan 3 hingga 5 tahun. "Dalam rentang waktu itu korban gempa bisa mendiami Huntara yang lebih layak huni ketimbang tenda, sementara mereka menunggu bantuan pembangunan rumah permanen terealisasi," ujar Arifin.
Satu unit Huntara membutuhkan dana Rp. 7 juta. "Tapi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada pada masyarakat, insyaAllah biaya bisa ditekan sampai 50 persen," Arifin menjelaskan. Pihak DD menyatakan telah menyiapkan dan terus menghimpun dana untuk membiayai proyek besar ini.
10 Hari 1.000 Huntara
Pelaksanaan pembangunan akan diampu oleh tim Disaster Management Unit (DMU) DD dengan melibatkan warga penerima Huntara dan berbagai unsur masyarakat. Mengingat kebutuhan korban akan tempat tinggal yang layak sangat mendesak, DD menargetkan pembangunan 1.000 Huntara akan selesai dalam 10 hari.
Terhitung mulai hari ini (Rabu, 14/10) DMU-DD sudah memulai tahap persiapan pembangunan Huntara di lima wilayah. Tim teknis mulai mengumpulkan material dari berbagai sumber dan wilayah, sementara tim strategis bertugas mendata dan melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan warga calon penerima bantuan.
"Koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat sangat penting. Adat dan tradisi goroh (gotong royong) masyarakat Minang adalah potensi luar biasa yang bisa digerakkan dengan keterlibatan ulama dan tokoh masyarakat setempat," kata Koordinator Aksi DMU-DD Iman Surahman di posko induk DMU-DD.
Iman menambahkan, untuk mempercepat proses pembangunan, DMU-DD akan melibatkan seluruh sumber daya lapangan yang ada, termasuk mengerakkan jaringan relawan dan TNI. "InsyaAllah, setelah tahap persiapan selesai dalam satu pekan ke depan, gong pembangunan 1.000 Huntara dalam sepuluh hari akan ditabuh pada Rabu (21/10) dan akan selesai pada 30 Oktober mendatang," tegas Iman.
Sementara ini DMU-DD sudah mencapai kesepakatan dengan warga dan tokoh masyarakat di lima wilayah untuk pembangunan Hunatara. Lima wilayah itu adalah Korong (Dusun) Parit dan Korong Rawang, Nagari Tapakis, Kec. Ulakan Tapakis; Korong Kampung Tangah dan Korong Lantak Mingkudu, Padang Bintungan, Kec. Nan Sabaris, dan Korong Balai Kudu, Nagari Kudu Ganting, Kec. V Koto Timur. Keseluruhan lokasi berada dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
Rekor Dunia
H. Basril Djabar menyatakan pembangunan 1.000 Huntara dalam 10 hari berpotensi tercatat sebagai rekor MURI bahkan Guiness Book of Records. "Bahkan jika bisa selesai dalam 30 hari pun, ini sudah merupakan rekor," ujar Pemimpin HU Singgalang di kediamannya saat bertemu Presdir DD.
Namun pihak DD menegaskan, pembangunan 1.000 Huntara bukan untuk mengejar pemecahan rekor. "Proyek ini dilakukan untuk sesegera mungkin membantu korban gempa agar mereka bisa secepatnya keluar dari tenda darurat dan tinggal di tempat yang lebih layak," tandas Iman. (www.dompetdhuafa.or.id)
Selasa, 13 Oktober 2009
Bersama Tni, Baznas Lanjutkan Dropping Bantuan Melalui Udara
Menggunakan dua unit pesawat heli yaitu Hei bell 412 untuk lokasi Malala Barat dan Heli MI 17 untuk lokasi Pasaman Barat BAZNAS menyalurkan bantuan berupa beras, selimut, susu, pembalut wanita, makanan bayi dan kasur dengan total bobot 2,5 ton. Bantuan diberikan kepada para korban langsung di lokasi bencana.
Asisten operasional Kodam 1 Bukit Barisan, Kolonel Binarko mengatakan kesatuan penerbangan TNI AD siap menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi terpencil yang sulit terjangkau transportasi darat maupun laut seperti di daerah perbukitan dan pegunungan. ”Kami efektif siap menyalurkan bantuan dari hari pertama bencana hingga tanggal 14 Oktober kelak, sehingga bagi lembaga-lembaga yang ingin menyalurkan bantuannya melalui udara, silahkan menghubungi kami,” jelasnya. Binarko juga menegaskan bahwa bantuan ini tidak dipungut biaya.
Corporate Secretary BAZNAS Hermin R Rachim mengatakan bahwa upaya ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BAZNAS terhadap amanat para muzakki dan munfiq yang sudah menitipkan Zakat, Infaq dan Shadaqah mereka untuk korban bencana melalui BAZNAS. ”Insya Allah, dengan metode seperti ini bantuan yang dititipkan akan sampai dengan cepat dan tepat sasaran,” jelasnya. Semoga akan semakin banyak lagi muzakki dan munfiq yang tergerak untuk memberikan bantuannya kepada saudara-saudara kita korban bencana yang sedang membutuhkan di lokasi-lokasi bencana. Amiin. (ful)
Rumah Darurat Tahan Gempa PKPU untuk Korban Gempa
PADANG − Tak ada orang yang menginginkan tertimpa musibah. Apalagi menjadi korban bencana dengan kerugian materi dan nonmateri yang besar seperti para korban bencana pada umumnya.
Sudah harta hilang, ada pula nyawa yang melayang. Namun, itulah yang mesti dihadapi para korban bencana gempa di Sumbar dan sekitarnya. Namun kini, setelah rumah mereka roboh diguncang gempa, tenda darurat menjadi alternatif sebagai tempat tinggal sementara.
Karena itu, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU sadar betul akan kebutuhan dasar tersebut. Apalagi, rumah sebagai tempat berteduh memang berfungsi melindungi manusia dari perubahan iklim, cuaca, dan sebagainya.
“Kebutuhan rumah darurat ini mesti diperhatikan,” tegas Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin di sela−sela pendirian contoh rumah darurat di Padang Pariaman. Yasin mengingatkan bahwa jangan sampai dalam kondisi seperti ini mereka sakit sehingga mengeluarkan biaya ekstra untuk pengobatan.
Karena itu, kata Yasin, PKPU menargetkan dalam 2 bulan pertama akan mendirikan 1000 rumah darurat senilai Rp 18 milyar. “Sehingga bisa cepat dirasakan manfaatnya,” harap Yasin. Siapa saja yang bakal mendapatkan rumah darurat tersebut?
Yasin tetap memprioritaskan 7 golongan, yakni bayi, balita, anak di bawah usia 13 tahun, manula, penderita cacat, ibu hamil dan ibu menyusui. “Soal penerima bantuan ini, masyarakat setuju terhadap kriteria 7 golongan itu,” tuturnya.
Menurut Yasin, meski berkategori rumah darurat, namun umur rumah berbahan dasar kayu dan terpal ini bisa mencapai 1 tahun sehingga dalam waktu itu di harapkan para korban mampu membangun rumahnya kembali. Rumah darurat tahan gempa PKPU ini terdiri dari ruang tamu, ruang tidur, teras dan dapur dengan luas 4,5 x 9 meter persegi. (Lav/foto: Kismo/PKPU Padang) (sumber : www.pkpu.or.id)
Sekolah Ceria DD Mulai Dibuka
Melihat minat belajar siswa SDN 07 Nan Sabaris yang demikian tinggi, sejak Selasa (6/10) Disaster Management Unit Dompet Dhuafa (DMU-DD) Republika membuka satu unit Sekolah Ceria (SC) di Desa Kampung Tangah, Kecamatan Nan Sabaris, tak jauh dari lokasi SDN 07 yang ambruk. Puluhan anak, tidak hanya murid SDN 07 pun terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Ceria.
“SC menjadi substitusi kebutuhan pendidikan dan sosialisasi siswa, terutama anak-anak, agar tak larut dalam trauma. Banyak sekolah, baik yang rubuh, rusak berat maupun ringan meliburkan kegiatan sehingga harus segera dicari pengganti agar anak-anak bisa kembali ke dunia mereka,” ujar Iman Surahman, Koordinator Aksi DMU-DD di Sumatera Barat.
Kehadiran SC disambut gembira oleh peserta maupun orangtua dan guru. Suhartini mengaku, berdirinya SC membantu memulihkan semangat belajar dan keceriaan anak-anak didiknya. “Tadinya banyak yang tidak mau sekolah lagi, tapi sekarang kalau ditanya anak-anak akan bilang agar sekolah kembali dibuka. Tapi saya masih bingung karena samapai saat ini belum ada informasi yang jelas kapan sekolah kami bisa berdiri lagi, ” tambahnya.
Di sela keceriaan belajar dan bermain bersama kawan-kawannya, Fauziah (9), siswa kelas IV SDN 07 Nan Sabaris mengungkapkan harapannya agar gedung sekolahnya bisa segera dibangun kembali. “Fauziah mau tetap sekolah. Nanti kalau sudah besar Fauziah mau jadi guru SD,” ujarnya ceria. ”Sekolah ini benar-benar menerbitkan harapan kami”, tambah Suhartini berkaca-kaca. dd/db (sumber : www.dompetdhuafa.or.id)
Sebanyak 87.194 Jiwa Terima Manfaat Bantuan OPZ
Dari laporan yang dihimpun Synergy Center, jumlah ini terdiri berbagai jenis bantuan. Logistik 61,823 jiwa, kesehatan 18, 045 jiwa, pendidikan 4,353 jiwa, layanan public 1,745 jiwa dan rehabilitasi 1,228 jiwa.
Koordinator Synergy Center Forum Zakat Herman Susilo menjelaskan bahwa sejak hari kedua pasca gempa beberapa Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) sudah ada di Sumatera Barat untuk membantu korban. “Kami mencatat ada 18 OPZ yang telah bergerak membantu korban gempa di Sumatera Barat,” tutur Herman.
Berdasarkan data yang tercatat di Synergy Center FOZ, jumlah posko yang didirikan OPZ di Sumatera Barat sebanyak 53 buah. Sementara bantuan rincian bantuan tersebut terklasifikasikan menjadi 6 jenis ; bantuan logistic (sembako, dapur umum, perlengkapan bayi, perlengkapan ibadah, kornet, selimut, tenda darurat), bantuan kesehatan (layanan medis, obat-obatan, rawat jalan, rawat inap, operasi), pendidikan (trauma healing, beasiswa, sekolah darurat, Taman Pendidikan al Quran), layanan Publik (Tim SAR, kontak family yang hilang, genset), rehabilitasi (masjid, musholla, sekolah, rumah darurat), ekonomi (bantuan modal kerja, modal usaha, pembiayaan UKM).
Sampai saat ini, dana yang disalurkan kepada korban di Padang dan sekitarnya, sebesar sekitar Rp 10 miliar. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan perencananaan program rekonstruksi dan rehabilitasi dari masing-masing organisai pengelola zakat.
Data yang dihimpun Synergy Center menyebutkan bahwa jumlah anggaran dari seluruh organisasi pengelola zakat yang disiapkan untuk ketiga program, yakni tanggap darurat, recovery dan rehabilitasi sebesar 34 miliar. n/i
Prioritaskan Bidang Pendidikan
Rusaknya berbagai fasilitas pendidikan akibat gempa di Padang Sumatera Barat, 30/09 mendorong Pemda Kota Padang untuk memprioritaskan pembangunan sarana pendidikan. Sebab dengan membangun kembali sarana pendidikan para siswa dapat belajar kembali untuk mempersiapkan masa depan mereka membangun kembali Kota Padang yang hancur pasca gempa.
Demikian disampaikan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, saat menerima kunjungan 12 pimpinan dan perwakilan Organisasi Pengelola Zakat yang tergabung di Synergy Center FOZ, Kamis 8/10 di Kantor Walikota Padang.
Dalam kesempatan itu Fauzi menjelaskan ada 1188 ruang kelas yang rusak berat akibat gempa. “Kami ditawari teknologi bangunan yang mampu membangun kelas dengan harga sepertiga dari harga bangunan biasa,” tambah Fauzi. Sambil menjelaskan proses pembangunan sebuah lokal, Fauzi juga menghitung biaya dua lokal kelas seharga Rp 144 juta. “Oleh karena itu kami menawarkan OPZ untuk membantu membangun pendidikan di Kota Padang,” harap Fauzi.
Kenapa bidang pendidikan yang menjadi prioritas Fauzi dalam membangun Padang pasca gempa ? Ia mencontohkan apa yang terjadi di Jerman dan Jepang. “Saat perang dunia kedua Jerman memangkas semua anggaran kecuali anggaran pendidikan,” ungkapnya. Dia juga menceritakan Kaisar Hirohito yang menanyakan jumlah guru yang masih hidup di Hiroshima & Nagasaki pasca bom atom oleh Sekutu. Alasan itulah yang menjadi dasar kenapa bidang pendidikan menjadi sangat penting menurut Fauzi.
Secara umum Pemkot Padang menganggarkan uang sebesar Rp 7,6 M untuk membangun kembali kota ini. Namun ia yakin kebutuhan rekontruksi dan recoverya tidak hanya sebesar itu. Karenanya Fauzi tetap berharap bantuan-bantuan lain terutama dari lembaga zakat yang tergabung FOZ.
Di samping pembangunan kembali sarana pendidikan, Fauzi juga mengharapkan organisasi pengelola zakat yang menyalurkan bantuan ke Padang dapat memberikan bantuan berupa rumah sementara bagi korban. Sebab saat ini masih banyak korban gempa yang masih berada di tenda-tenda pengungsian. Karenanya Fauzi menekankan agar pembangunan rumah sementara bagi pengungsi juga sangat mendesak untuk segera dilaksanakan.
Fauzi menyampaikan ucapakan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada relawan organisasi pengelola zakat yang sigap dalam membantu warganya yang terkena musibah.
Di akhir pembicaraan, Herman Susilo selaku coordinator Synergy Center FOZ, menyampaikan bahwa para pimpinan OPZ akan berkoordinasi kembali guna menentukan program monumental komunitas zakat pada tahap rehabilitasi.
Audiensi Synergy Center FOZ dengan walikota Padang dihadiri oleh para pimpinan OPZ, terdiri, Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno didampingi direktur program Tomy Hendrajati, Direktur Eksekutif BMH M. Isnaini, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ismail Said didampingi direktur program Arifin Purwakananta, Region Manager YDSF Herman Susilo, Direktur Eksekutif LAGZIS Deddy Wahyudi, Bidang Keuangan LAZNAS Takaful Tedy, Pimpinan LAZ Chevron Riki, Corporate Communication BAZNAS Hermin R. Rachim, dan perwakilan LAZNAS BSM Dedi Zulkarnain, serta Maigus Nasir dari Badan AMil Zakat Kota Padang. n/i
Senin, 07 September 2009
Sebanyak 13 Ribu Jiwa Korban Gempa Telah Menerima Bantuan OPZ
Hingga hari ke tujuh pasca musibah gempa bumi di Jawa Barat jumlah bantuan yang mengalir kepada korban senilai Rp 2.8 miliar. Jumlah ini hampir seluruhnya disalurkan dalam bentuk barang dan pengobatan. Terutama pengobatan dan kebutuhan bagi korban yang ada di tenda-tenda pengungsi seperti tikar, selimut, sarung, pakaian bayi, makanan untuk berbuka dan sahur, sabun cuci, sabun mandi, susu formula anak-anak dan sebagainya. Sementara jumlah penerima manfaat dari dana tersebut sekitar 13.723 jiwa dari korban yang tersebar di enam kabupaten di Jawa Barat.
Dari data yang dihimpun Synergy Center FOZ, keseluruhan dana itu dihimpun dari donatur baik dalam bentuk uang maupun barang. Donatur dalam bentuk uang jumlahnya sekitar 800 juta sementara bantuan dari donatur dalam bentuk barang senilai 2 miliar rupiah. Jumlah ini akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Sebab sampai saat ini, sebagian besar organisasi yang tergabung dalam Synergy Center masih konsentrasi pada tanggap darurat. Sebab dari pemantauan synergy center, masih banyak korban yang belum terjangkau bantuan. Terutama mereka yang ada di daerah terpencil, seperti di pegunungan dan kondisinya berpencar.
Uniknya bencana di Jawa Barat ini, menurut Herman Susilo, membuat organisasi yang bergabung di Synergy Center untuk memperpanjang masa tanggap darurat. “Karakter gempa di Jawa Barat berbeda dengan di tempat lain, seperti Jogja dan Aceh. Hingga sebagian besar organisasi tidak buru-buru memasuki masa recovery,” ujar Ilo panggilan akrab Herman Susilo Wakil penanggung jawab Synergy Center FOZ.
Semula diperkirakan masa tanggap darurat hanya satu pekan, namun melihat kenyataan yang ada dilapangan dan kebutuhan korban, akhirnya masa tanggap darurat diperpanjang. Menurut Direktur Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin, masa tanggap darurat bagi lembaganya diperkirakan satu bulan. “ACT menjadwalkan sebulan masa tanggap darurat. Ini karena melihat karakter bencana yang tidak terlokalisir,” ujar Ahyudin yang sudah sampai di lokasi bencana selang dua jam pasca gempa.
Sementara Forum Zakat berencana memulai masa recovery setelah idul fitri. Sebab ada beberapa wilayah yang sudah membutuhkan hal itu. Terutama sarana pendidikan. Namun tergantung hasil kesepakatan pimpinan lembaga dan CEO pada Rabu, tanggal 16 September di Jakarta. “Insya Allah kita akan mengadakan pertemuan CEO Rabu pekan depan (16/9),red,” ujar Teten Kustiawan Sekjend FOZ saat dikonfirmasi mengenai rencana pertemuan tersebut. na
Synergy Center FOZ, Pusat Koordinasi dan Informasi Penanggulangan Bencana

Banyaknya organisasi pengelola zakat yang menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat, 2/9/2009, mendorong Forum Zakat mengaktifkan kembali Synergy Center. Keberadaan Synergy Center yang mulai aktif di lokasi bencana sehari setelah bencana 3/9/09, dimaksudkan untuk menjembatani agar bantuan dari lembaga zakat tidak tumpang tindih dan bisa terencana dengan baik sehingga dapat meringankan beban penderitaan para korban.
Banyaknya organisasi pengelola zakat yang menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat, 2/9/2009, mendorong Forum Zakat mengaktifkan kembali Synergy Center. Keberadaan Synergy Center dimaksudkan untuk menjembatani agar bantuan dari lembaga zakat tidak tumpang tindih dan bisa meringankan beban penderitaan para korban.
Dalam pertemuan pedana Synergy Center yang diikuti beberapa organisasi pengelola zakat, Sabtu 5/9/209 di Tasikmalaya, disepakati fungsi Synergy Center terdiri tiga hal, yakni wadah koordinasi, data informasi dan publikasi. Namun demikian, mengingat banyaknya korban dan luasnya daerah yang terkena gempa maka perlu dilakukan beberapa hal penting. Di antaranya akurasi survey dan data korban.
Teten Kustiawan selaku penanggungjawab Synergy Center menekankan bahwa semua organisasi pengelola zakat yang sudah turun ke lokasi bencana, harus melakukan pembenahan metode dan alat survey. Sebab sebagian besar mereka hanya memberikan penjelasan secara lisan ketika dimintai hasil survey. “Cara seperti ini akan menyulitkan kita (synergy center, red) untuk melakukan pendataan,” tandas Teten yang juga Sekjend Forum Zakat.
Di samping itu, ketika melakukan survey ke lokasi bencana harus sambil membawa bantuan, terutama di lokasi yang masih minim bantuan. Karena bagaimanapun ketika korban didatangi orang lain harapannya adalah bisa menerima bantuan.
Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah kordinasi dan mengatur sumber daya yang dimiliki. Sebab gempa ini sangat unik, luasnya area dan banyaknya korban. Jangan sampai sumber daya hanya fokus dan habis di masa tanggap darurat saja. Sementara masa recovey tidak diperhatikan. “Gempa ini sangat unik. Ada yang korbannya menyebar ada juga yang terlokalisir. Karena itu kita harus intensif dalam berkordinasi,” tegas Ahyudin, Direktur Eksekutif Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang turut hadir pada pertemuan tersebut.
Salah satu kesepakatan yang dicapai pada pertemuan tersebut adalah mengkategorikan kerusakan. Ada jenis kerusakan terlokalisir dan terpencar. Kerusakan terlokalisir adalah lokasi bencana yang menyatu (sangat berdekatan) dan terdiri banyak korban dan pengungsi lebih dari 50 KK. Sedangkan kerusakan terpencar adalah lokasi bencana yang tidak menyatu dan berpencaran korbannya.
Disepakati juga bahwa untuk saat ini fokus penyaluran bantuan diarahkan pada kerusakan terlokalisir. “Daerah terlokalisir menjadi prioritas recovery,” ujar Teten. Sedangkan penyaluran bantuan daerah terpencar akan dilakukan berikutnya. Setelah diidentifikasi, daerah yang masuk kategori terlokalisir ada di 8 titik, yakni Purbaratu (Kota Tasikmalaya), Cigalontang dan Cisayong (Kabupaten Tasikmalaya), Pengalengan (Kabupaten Bandung), Cibinong (Kabupaten Cianjur), dan Pameungpeuk, Cikelet, dan Cisompet (Kabupaten Garut). Sedangan kerusakan terpencar akan difokuskan tahap berikutnya.
Bangkitkan Modal Sosial
Diharapkan juga bantuan yang diberikan kepada para korban dapat membangkitkan modal sosial warga sekitar. Sebab dengan cara seperti ini akan muncul kesadaran dan empati serta kebersamaan dari warga sekitar yang tidak terkena gempa. Dalam memberikan bantuan sebaiknya dalam bentuk barang bukan uang. Sehingga bisa langsung dimanfaatkan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.
Sebagian besar warga mengharapkan rumahnya yang rusak dapat segera diperbaiki. Biar tidak terlalu lama berada di tenda pengungsi. Apalagi saat ini sudah menjelang lebaran. Betapa sedihnya para korban bencana ketika lebaran tiba masih berada di tenda pengungsian.
Saat ini posko Synergy Center FOZ ada di Jl. HZ. Mustofa No. 398 Padayungan, Tasikmalaya Jawa Barat. na
Silaturahmi OPZ, Sepakat Membentuk Forum CEO
Demikian garis kesimpulan perbincangan pada silaturrahim dan buka puasa bersama antar CEO, Direktur Eksekutif dan Badan Pelaksana BAZ anggota Forum Zakat (FOZ) yang diadakan Jum’at 28 Agustus 2009 (7 Ramadhan 1430 H) di Gubug Makan Mang Engking, Komplek Kampus UI Depok.
Dalam pertemuan tersebut, antara lain hadir Ketua Umum FOZ Ahmad Juwaini dan Sekjen FOZ Teten Kustiawan dan jajaran pengurus lainnya. Sementara dari anggota FOZ hadir Muhammad Fuad Nasar (Wakil Sekretaris Umum), BAZIS DKI, Dompet Dhuafa Republika, Bamuis BNI, Rumah Zakat Indonesia, BMH, BAZMA, PKPU dan lain-lain.
Dalam penyusunan agenda zakat ke depan, FOZ akan tetap concern mengikuti perkembangan amandemen UU Pengelolaan Zakat. Karena undang-undang adalah landasan bergerak bagi semua organisasi pengelola zakat.
Salah satu program FOZ sejak periode yang lalu tapi sampai sekarang entah kenapa belum terealisasi, ialah keinginan membuat sindikasi program yang dibiayai bersama oleh organisasi pengelola zakat anggota FOZ. Program seperti dianggap sangat penting untuk menunjukkan kepada masyarakat akan hasil sinergi dan kerjasama antar organisasi pengelola zakat. Demikian diungkapkan oleh Alam Sani, Direktur LAZNAS BSM. Alam Sani sangat mengharapkan program sindikasi ini dapat terwujud, seperti membuat rumah sakit bersama. “Saya kira rumah sakit bersama yang periode lalu pernah digagas, perlu dilanjutkan lagi,” tandas Sani.
Juga ada usulan, jika selama ini FOZ bisa membuat “iklan bersama” organisasi pengelola zakat di media massa, maka alangkah baiknya FOZ membuat “laporan bersama” kepada Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama RI. “Laporan bersama ini bisa dimuat dikoran dalam format yang sama, penyerahan laporan secara kolektif kepada Depag,” ujar Bramasetia Deputi Direktur Pos Keadilan Peduli Ummat.
Menyangkut posisi Indonesia sebagai Sekretariat Tetap Dewan Zakat MABIMS, FOZ siap menawarkan kegiatan kepada Departemen Agama selaku penanggung jawab DZM, misalnya sinergi kegiatan DZM dengan WZF (World Zakat Forum), ungkap Ismail A. Said (Presdir Dompet Dhuafa) dan Ahmad Juwaini.
Dalam pertemuan tersebut disepakati terbentuknya Forum CEO (Chief Executive Officer). Forum ini dimaksudkan sebagai wadah pertemuan non formal antar pimpinan tertinggi OPZ, baik BAZ maupun LAZ. Pertemuan antar CEO dan pimpinan tertinggi Organisasi Pengelola Zakat akan diagendakan secara rutin. Pertemuan perdana diselenggarakan pekan kedua bulan Oktober bersamaan dengan Halal Bihalal. f/n
Selasa, 25 Agustus 2009
Dana Zakat Dunia Siap Entaskan Kemiskinan

LONDON -- Zakat diyakini memiliki peran penting dalam perkembangan sosial dan ekonomi jika digunakan secara benar. Alquran telah menerangkan pentingnya berzakat dalam 82 ayat, sayangnya jutaan umat Muslim di dunia masih belum memahami pentingnya menunaikan ibadah zakat.
Angka kemiskinan yang terus meningkat di dunia Islam diyakini terjadi akibat banyaknya umat Muslim tak berzakat. Guna mengumpulkan dan menyalurkan zakat ke seluruh penduduk miskin di dunia, BMB Group sebuah perusahaan berbasis syariah di London, Inggris--berupaya mendirikan World Zakat Fund (WZF) atau Dana Zakat Dunia.
WZF bertekad untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana zakat dengan menerapkan manajemen dan teknik modern. Chief Executive Officer (CEO) BMB Islamic, Humayon Dar, mengatakan, pendirian WZF merupakan inisiatif dari pemerintahan Malaysia. ''Ini merupakan resolusi dari Pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dengan menggunakan zakat,'' ungkap Dar kepada Arab News.
Menurut Dar, dana yang akan dimasukkan ke dalam Dana Zakat Dunia (WZF) berada di bawah Organisasi Konferensi Islam (OKI). ''Kami diberi mandat oleh Pemerintah Malaysia untuk membangun Dana Zakat Dunia, mengumpulkan dana zakat dan mengaturnya,'' ujar Dar menambahkan. WZF, tutur dia, akan berbasis di Bahrain.''Kami memilih Bahrain karena uang zakat itu sebenarnya bagian dari dunia. Kami berharap proyek ini akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengurangan kemiskinan di negara-negara anggota,'' papar Dar menegaskan.
Zakat yang semula hanya dilaksanakan negara-negara Muslim secara nasional, lanjut Dar, kini akan dibawa menuju global. Pihaknya berharap, zakat akan memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan umat Muslim di dunia.Pada tahap awal, papar Dar, WZF mendapat dukungan dari sejumlah pemerintah negara OKI. Menurutnya, jika meminta dana zakat dari negara di luar anggota OKI membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni sekitar lima tahun, karena harus berhadapan dengan masalah birokratis.
''Kami kemungkinan akan mendapatkan dana zakat sebanyak 5 miliar dolar AS dari negara-negara Muslim,'' tuturnya. Selain dari negara Muslim, kata Dar, zakat juga bisa diperoleh dari 400 miliarder Muslim di dunia yang merupakan sumber utama zakat. Pihaknya juga yakin bahwa zakat global akan memberikan dampak yang besar.
''Jika 200 juta dari 1,5-1,7 miliar umat Muslim di seluruh dunia membayar zakat sebanyak 10 dolar AS per tahun, maka kita akan mendapat tambahan dana sebanyak 2 miliar dolar,'' imbuhnya. Dar mengungkapkan, sebanyak 35 persen dana zakat yang terkumpul akan digunakan untuk konsumsi yang mendesak, untuk kepentingan emergensi, dan untuk pertolongan. Sebagian dana zakat juga akan dikelola dan diurus oleh International Zakat Organization (IZO).
Sedangkan sisanya, sebanyak 65 persen akan dikelola BMB. Target dana zakat tahun pertama yang dikumpulkan sebanyak 750 juta dolar AS. Pihaknya berharap, dana zakat tersebut akan terus berkembang menjadi sebanyak 10 miliar dolar dalam kurun waktu 10 tahun.Dana zakat, lanjut Dar, seharusnya dikelola dengan cara yang berkelanjutan, sehingga akan terus bertambah. ''Sebanyak 20 persen akan diinvestasikan sebagai aset cair dan ekuitas global syariah. Sebagain besar pelajar syariah sangat senang dengan rencana ini,'' ungkapnya.
Dar mengatakan, Dana Zakat Dunia juga akan mau menerima dana selain dari zakat. ''Kami akan sangat senang menerima dana bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) atau lembaga keuangan lainnya,'' tuturnya. Dana Zakat Dunia, terang Dar, akan digunakan untuk membantu orang-orang miskin di Afrika.Dana zakat itu akan dikelola ahli dalam bidang keuangan. Jika uang hanya diberikan kepada orang miskin begitu saja, maka uang akan menguap dengan cepat. Tetapi, jika digunakan dengan manajemen yang sistematis, maka uang itu akan membuat mustahik kaya dan suatu hari mereka bisa membayar zakat. dya/taq
sumber :http://republika.co.id/berita/71655/Dana_Zakat_Dunia_Siap_Entaskan_Kemiskinan
Senin, 24 Agustus 2009
ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH Tidak terkait TERORISME
Sehubungan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1430 H, di mana umat Islam Indonesia akan banyak beramal sosial terutama dengan membayarkan zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF), maka kami menyampaikan pernyataan sebagai berikut :
1. Memasuki bulan Ramadhan ini kami menghimbau agar umat Islam Indonesia dapat meningkatkan amal ibadahnya, khususnya ibadah sosial dengan cara mengeluarkan zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) dengan penuh keikhlasan dan semata-mata mengharap Ridha dari Allah SWT serta menghindari orientasi tujuan untuk pamer secara massal atau dilakukan secara demonstratif yang dapat memunculkan kerawanan sosial.
2. Menghimbau kepada umat Islam Indonesia agar menunaikan zakat, infak, sedekah dan wakaf melalui Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) sehingga akumulasi dana ZISWAF umat Islam dalam setahun termobilisasi sebesar 20 triliun dapat terwujud sehingga dapat digunakan secara benar dan bermanfaat strategis untuk umat.
Menghimbau kepada seluruh organisasi pengelola zakat baik BAZ maupun LAZ untuk meningkatkan ketelitian dan kecermatan dalam menyalurkan dana ZISWAF sehingga tidak dimanfaatkan untuk kegiatan terorisme dan penyalahgunaan lainnya yang menyimpang dari syariah dan kepentingan umat.
3. Menghimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam menilai dan menyatakan pendapat masalah dana teroris yang dikaitkan dengan dana ZISWAF sebelum memiliki bukti yang cukup kuat sehingga tidak menimbulkan prasangka buruk, keragu-raguan, atau kekhawatiran bagi masyarakat, khususnya ketika hendak menyalurkan dana ZISWAF kepada organisasi pengelola zakat, baik BAZ maupun LAZ.
Jakarta, 21 Agustus 2009 / 30 Sya’ban 1430
Asosiasi Organisasi Pengelola Zakat (Forum Zakat)
Ketua Umum Sekretaris Jenderal
Ahmad Juwaini, SE. MM Teten Kustiawan, Ak.
Untuk informasi dan konfirmasi dapat menghubungi :
Ahmad Juwaini : HP. 08158195243
Teten Kustiawan : HP. 08161128059
Selasa, 18 Agustus 2009
Pemenang ISR Award 2009
Setelah melalui proses penilaian yang cukup ketat, akhirnya terpilihlah para pemenang ISR Award (Islamic Social Responsibility Award 2009). Mereka yang terpilih sebagai pemenang terdiri ; Bamuis BNI (pemenang kategori Laznas), DSNI Batam (pemenang kategori Lazda), Bazda Cianjur (pemenang kategori Bazda Kab / Kota), Baitul Maal Aceh (pemenang kategori Bazda Propinsi). Sedangkan Baznas menerima penghargaan special award untuk kategori organisasi pengelola zakat tingkat nasional yang sudah mendapatkan sertifikat ISO.Perubahan nama dari Zakat Award menjadi ISR Award dimaksudkan agar lebih familiar dan mudah penyebutannya. Sekaligus merupakan genre baru dari beberapa penghargaan di dunia zakat yang sudah ada sebelumnya.
Malam penghargaan (nite award) dilaksanakan pada 15 Agustus 2009 bertempat di Cendrawasih Room Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta. Acara malam penghargaan dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan penghargaan IFAC (Islamic Finance Award and Cup) yang berasal dari beragam industri syariah, seperti perbankan, asuransi, pasar modal, multi finance, reasuransi dan organisasi pengelola zakat.
Dalam sambutannya, Direktur Karim Business Consulting (KBC), Adiwarman A. Karim yang sekaligus penyelenggara acara IFAC menyampaikan bahwa mimpi besar kita semua sebagai stakeholders pengembangan industri keuangan syariah adalah menghadirkan system keuangan syariah sebagai sesuatu yang rahmatan lil ‘alamin bagi bangsa kita. “Hadirnya ekonomi syariah di Indonesia harus dimaknai sebagai rahmat Allah SWT, yang hadir bukan hanya untuk kemakmuran segelintir orang, namun juga rahmat bagi seluruh ummat manusia dan alam kehidupan,” kata Adiwarman.
Menurut Adiwarman, solusi untuk merealisasikan mimpi besar itu di antaranya adalah melalui penciptaan iklim kompetisi yang sehat dan silaturrahmi yang erat antar pelaku keuangan syariah. Dan acara IFAC adalah salah bagian dari ikhtiar dalam menuwudkan mimpi besar itu.
Hadir pada kesempatan tersebut, ulama, cendikiawan, para pelaku ekonomi syariah, tokoh-tokoh zakat dan para mantan ketua FOZ periode sebelumnya. Mereka terdiri Eri Sudewo, Iskandar Zulkarnaen, Naharus Surur, Hamy Wahjunianto dan Ahmad Juwaini. Jumlah undangan yang yang hadir pada malam penghargaan sekitar 250 orang.
Bertindak sebagai pembaca nominasi dan penyerahan piala bagi pemenang ISR Award adalah Eri Sudewo didampingi oleh Sofyan Syafri Harahap.
Adapun daftar nominasi penemang ISR Award terdiri : Kategori Laznas nominasinya adalah Dompet Dhuafa, Rumah Zakat dan Bamuis BNI. Kategori Lazda nominasinya adalah Lampung Peduli, DSNI Batam dan Lembaga Manajemen Infak (LMI). Kategori Bazda Propinsi nominasinya adalah Baitul Maal Aceh, Bazda Sumatera Utara, Bazda DIY. Sedangkan ketegori Bazda Kab / Kota nominasinya adalah Bazda Tebingtinggi, Bazda Aceh Besar dan Bazda Cianjur.
Logo ‘member of FOZ’
Logo ini menunjukkan adanya keterikatan resmi OPZ di dalam keorganisasian Forum Zakat. Serta menunjukkan satu kesatuan dalam gerak dan langkah menuju cita-cita perzakatan di tingkat nasional maupun global.
Ada empat arti penting logo ‘member of FOZ’, pertama, Sebagai simbol kebersamaan organisasi pengelola zakat (OPZ) bahwa kita terikat dalam cita-cita dan idealisme yang sama, kedua, Sebagai perekat ukhuwah sesama OPZ, agar kita saling menjaga dan menghargai sesama OPZ dan tidak boleh ada kebencian apalagi permusuhan di antara sesama OPZ
Ketiga, Sebagai simbol kualitas OPZ, bahwa OPZ yang bergabung dalam Forum Zakat (FOZ) adalah OPZ yang senantiasa siap untuk meningkatkan kualitas menuju OPZ yang amanah dan profesional serta senantiasa siap untuk dikembangkan kompetensinya demi mencapai standar mutu OPZ di Indonesia, dan keempat, Sebagai simbol kekuatan OPZ Indonesia, bahwa OPZ dengan logo foz adalah OPZ yang siap mengusung kekuatan zakat Indonesia dalam rangka mewujudkan manfaat zakat sebagai alternatif meningkatkan kesejahteraan dan membantu mengatasi masalah kemiskian. na
silahkan klik link dibawah ini
download logo member of FOZ
Ragam Program Ramadhan YDSF
Masih dalam rangka menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan, YDSF menyelenggarakan acara penyaluran ZIS (zakat, infak dan sedekah) Rp 440.000.000 untuk 1.500 Anak Asuh Pena Bangsa. Acara Sambut Ramadhan dan Peringatan HUT RI ini dilaksanakan di Rutan Wanita Medaeng Sidoarjo pada Sabtu 15 Agustus 2009.
Keistimewaan bulan Ramadhan dimanfaatkan YDSF untuk berbuat kebajikan. Sekaligus mendorong masyarakat peduli kepada sesama muslim yang bernasib kurang beruntung. Dalam rangka itulah YDSF menawarkan paket partisipasi berupa Voucher Ramadhan Peduli. Voucher Ramadhan peduli ini terdiri, Takjil Kurma, Buka Puasa, Infaq Yatim, Infaq Ramadhan, Cinta Guru Al Quran, Wakaf Al Quran, Wakaf Al Quran Braille per juz dan Parcel Lebaran. Nominal voucher ini sangat bervariasi mulai dari Rp 5000 sampai 150.000. Adapun donasi voucher Ramadhan dilayani di seluruh kantor YDSF yang tersebar di Indonesia.
Sementara jenis kegiatan lainnya berupa aktivitas penyaluran. Kegiatan ini dilakukan di berbagai tempat yang selama ini menjadi obyek penyaluran YDSF. Termasuk juga kegiatan Bedah 25 Panti Yatim di 15 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Pondok Ramadhan Kolosal Anak Yatim & Dhuafa, Penyaluran Zakat untuk 1.000 guru, Buka Bersama dan Pemberian uang saku Lebaran untuk 2.500 Aanak Yatim, Tebar Takjil Sejuta Kurma, Buka puasa bersama 30.000 jamaah dai desa & komunitas binaan, Penyaluran Al Quran Braille, Penyaluran Al Quran wakaf dan Penyaluran Parcel untuk Dhuafa
Di samping itu YDSF juga memberikan konsultasi dan jemput zakat, penyediaan gerai zakat di sejumlah mal dan perkantoran, baik di Surabaya, Jakarta, Sidoarjo atau di kota lainnya seperti di Jember, Malang dan Banyuwangi.
Menurut penjelasan Arif Prasojo, kegiatan menjelang Ramadhan yang dilaksanakan YDSF tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja lebih diperbaiki kualitasnya. “Prinsipnya hampir sama seperti tahun lalu hanya saja content-nya dioptimalkan,” ujar Manajer Kantor dan Umum YDSF. Untuk menunjang kebutuhan kegiatan Ramadhan YDSF menambah 50 relawan. Mereka ditempatkan di gerai zakat yang dibuka YDSF di beberapa mal dan perkantoran.
Arif berharap Ramadhan tahun ini YDSF dapat menghimpun dana sekitar 5.5 miliar. Target ini naik sekitar 10 persen dari Ramadhan sebelumnya. Dengan modal sekitar 600 juta Arif optimis target tersebut dapat tercapai. Sehingga akan semakin banyak warga kurang mampu yang menerima manfaat dari YDSF. Semoga! na
Rumah Zakat Indonesia Lebih Berdaya di Kampoeng Ramadhan
”Sebelas tahun sudah Rumah Zakat berdiri menjadi jembatan harmoni antara muzakki dan mustahik dengan memberikan pelayanan gratis hingga pemberdayaan. Hal itu dapat terwujud berkat sinergi dari Sobat Zakat yang ada di seluruh nusantara,” ujar Pamungkas.
Kini Rumah Zakat Indonesia telah hadir di 45 jaringan kantor di 38 kota besar dari Banda Aceh hingga Jayapura. Dengan dukungan teknologi informasi, kini semua kantor telah terkoneksi secara online. Hal itu membuat pengelolaan lembaga lebih terintegrasi, transparan dan cepat.
Dalam pengembangan keempat rumpun programnya, Rumah Zakat Indonesia mengembangkan program pendampingan dan pemberdayaan intensif berbasis komunitas yang disebut Integrated Community Development (ICD) baik per kecamatan maupun kelurahan. Untuk setiap ICD dikelola oleh satu orang atau lebih Mustahik Relation Officer yang tinggal di tengah-tengah masyarakat yang dibinanya, sehingga pemantauan dan keberlangsungan program lebih terjaga. ”Saat ini Rumah Zakat telah memiliki 228 ICD yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Kami berharap dengan adanya ICD yang digawangi oleh MRO dapat mempercepat proses pemberdayaan para mustahik,” ungkap Pamungkas.
Tahun ini dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, RZI memiliki program bertajuk ’Kampoeng Ramadhan Lebih Berdaya’. Ketua Kampoeng Ramadhan Lebih Berdaya Asep Mulyadi menyatakan bahwa tujuan dari program seasonal ini adalah untuk menjadi mediator kepedulian para muzakki kepada para mustahik agar mereka lebih berdaya.
’Kampoeng Ramadhan Lebih Berdaya’ terdiri dari empat program yakni Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Keluarga Jompo dan Prasejahtera, serta Wakaf Qur’an. ”Harapan yang kami ingin capai dari terberdayakannya para mustahik dalam bulan Ramadhan ini adalah agar mereka dapat lebih memfokuskan diri untuk menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Chief Marketing Officer RZI.
Adapun sasaran penerima manfaat dalam program ’Kampoeng Ramadhan Lebih Berdaya’ difokuskan pada masyarakat sekitar wilayah binaan RZI atau yang dikenal dengan ICD. Namun para mustahik yang menerima bantuan dapat disesuaikan dengan permintaan donatur yang menyalurkan dananya.
”Meski Ramadhan belum tiba, namun sudah banyak donatur yang berpartisipasi menyukseskan program Kampoeng Ramadhan. Semoga Allah memberikan keberkahan serta pahala yang berlipat ganda kepada para donatur karena telah memuliakan saudara kita yang kurang mampu sehingga dapat tersenyum bahagia,” ujar Asep.#
Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Momentum Edukasi dan Sosialisasi Zakat
Oleh karena itu datangnya bulan Ramadhan tahun ini dimanfaatkan PKPU sebagai ajang untuk menggencarkan sosialisai tentang seluk beluk zakat dengan tujuan utama yang diharapkan adalah agar masyarakat memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kewajiban zakat, sehingga mampu menjadi daya dongkrak terhadap kesadaran berzakat. “Kami menyasar semua lapisan masyarakat,” tandas Tomy Hendrajati saat dikonfirmasi. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain berupa road show seminar, penerbitan brosur, majalah, serta media-media lain yang memungkinkan bisa diakses oleh masayarakat tak terkecuali di ranah maya seperti internet. Tempat-tempat keramaian seperti mall dan rumah makan juga tak luput dari sasaran.
Program lainnya berupa charity yang berbentuk Ifthar Jama’i, buka bersama. Kegiatan ini tak hanya terfokus di Jakarta, tetapi juga di semua cabang kantor PKPU di Indonesia yang berjumlah 14 cabang. Pelaksanaannya dilakukan setiap hari hingga penutupan hari terakhir Ramadhan. Dengan menargetkan peserta per cabang bisa mampu mengumpulkan 5000 orang, sehingga jika ditotal hampir mendekati 100 ribu orang fakir miskin. Lantas di ujung Ramadhan nanti mendekati hadirnya I’dul fitri PKPU telah mempersiapkan agenda lain yang disebut sebagai Paket Lebaran yaitu pemberian cuma-cuma kepada kaum dhu’afa perangkat barang-barang untuk menyambut datangnnya hari lebaran berupa pakaian maupun sembako.
Kegiatan lainnya bernama Peduli Penghuni Pinggiran Kali yang dilakukan di Jakarta dan sekitarnya. “Tahun lalu kami pernah menggelar kegiatan dengan sebutan Festival Ciliwung dan terbilang sukses,” tukasnya.
PKPU juga menggelar program edukatif dan produktif. “Kami tidak melulu bertumpu pada kegiatan charity, tetapi juga produktif meski hasilnya harus diuji waktu,” tandasnya.
Tomy menambahkan total biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan segala kegiatan tersebut lembaganya menggelontorkan biaya yang berkisar antaara Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Angka tersebut sudah termasuk biaya yang dikeluarkan untuk rekruitmen tenaga relawan yang jumlahnya hampir mencapai 900 orang di seluruh cabang.
Sedang untuk urusan penggalangan dana Ramadhan PKPU tidak memiliki program yang spesifik. Metode yang dilakukan tetap mengandalkan cara-cara yang selama ini sudah ada seperti dengan menerjunkan tim ke perusahaan, jemput zakat, membuka counter, rekening dan lain-lain. Yang membedakan hanya satu hal yaitu dengan membuka layanan jemput zakat yang siaga selama 24 jam. Lembaga sosial yang berkantor di Condet, Jakarta Timur, ini berharap pada Ramadhan kali ini bisa mencatatkan penghasilan donasi sebanyak Rp 20 milliar. Tercapainya angka tersebut tentu sangat terkait erat dengan efektivitas sosialisasi yang dilakukan. Sehingga selain menerbitkan media sosialisasi sendiri PKPU juga menggandeng media lain untuk melakukan promosi. Sebab pada Ramadhan animo masyarakat bergiat melakukan kegiatan sosial sangat tinggi. (m)